Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel ( Pendidikan )

KEMERDEKAAN SEDANG BERLANGSUNG

Gambar
Desain ini mencoba memberikan jawaban kepada kita mengenai arti dari kemerdekaan yang seharusnya. Ya benar! Kemerdekaan harus tetap berlangsung dan terjadi secara periodikal dan kontiniu. Selama kemerdekaan terus berlangsung, ada perubahan yang lebih baik sedang menanti. Kita sedang merdeka, bukan kita telah merdeka. Sugesti dan ajaran pendidikan melekat dalam benak kita bahwa kita telah merdeka sejak 17 Agustus 1945. Telah berarti selesai, terlewati, masa lalu, sudah pernah, dan sejenisnya. Akan lebih bermakna dan tersugesti dengan positif apabila ditegaskan pada diri kita bahwa sebelum 17 Agustus 1945 negara kita sedang memperjuangkan kemerdekaan, dan kemudian setelah 17 Agustus 1945 kita sedang merdeka, bukan kita telah merdeka. Sebab kemerdekaan harus terus berlangsung, bukan terhenti. Dalam karya visual desain ini menggunakan latar belakang merah putih seperti bendera yang sedang berkibar, tersirat maksud bahwa kita adalah satu kesatuan di dalam satu bendera, yai...

KEMERDEKAAN DIMULAI DARI KEBIASAAN

Gambar
Dalam perancangannya, desain ini mencoba mengisyaratkan mengenai didikan dari orang yang lebih tua mengenai kemerdekaan terhadap kaum muda agar pergerakan dan keeksistensian kemerdekaan Negara Indonesia dapat terus berlangsung sepanjang zaman, turun temurun, terus maju dan aktif tidak terhenti. Jika dilirik kenyataannya, banyak para orang tua mengutamakan pendidikan bahasa asing terhadap anaknya, itu tentu saja merupakan hal baik, namun banyak dari mereka lupa untuk mengajarkan anaknya (dan kaum muda) mengenai hal-hal yang berkaitan dengan nasionalisme. Ironis, jika anak bangsa lebih jauh mengenal kebudayaan asing ketimbang budaya lokal. Ironis, jika anak bangsa menjadi bintang kelas, superstar, sosok terpandang, namun tidak mengenal lebih dalam mengenai bangsanya. Jadi apa yang harus dibanggakan dari bangsanya? Hal ini menjadi masalah negara yang tersirat. Perlu adanya semangat, dorongan, dan peran aktif antar sesama untuk berperan dalam menggerakan kemerdekaan...

GERBANG KEMERDEKAAN

Gambar
Desain ini diinspirasi dari sedikit kutipan kalimat yang terdapat dalam isi pembukaan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, yaitu "......mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia....." Desain ini memvisualkan tentang persatuan Indonesia seperti sila ke tiga dalam Pancasila, seperti yang dapat dilihat pada karakter-karakter yang terdapat dalam desain ini saling berbahagia diantara perbedaan mereka. Desain ini menggambarkan bahwa Bhinneka Tunggal Ika harus tetap eksis dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dalam ruang lingkup sosial di sekitar kita. Yaaa! walaupun berbeda-beda kita adalah satu kesatuan dalam sebuah negara, bendera, dan tatanan perkembangan sebuah negara, yaitu Negara Republik Indonesia.  Dari sekian banyak warna-warni budaya, suku, agama dan bahasa yang ada di negara kita, sudah selayaknya kita saling mendukung dan menjadikannya sebagai kumpulan amunisi untuk membangkitkan tali persaudaraa...

BERJIWA MERAH PUTIH

Gambar
Desain ini mencoba mengangkat kesadaran diri kita sebagai masyarakat Indonesia. Divisualkan melalui telur yang menetas dengan maksud untuk menggambarkan bahwa kita harus selalu ingat bahwa kita lahir di atas Tanah Air Indonesia, berkenegaraan Indonesia, sudah sepatutnya merah putih melekat dalam diri kita. Merah putih disini melambangkan cinta, pengakuan, dan juga persatuan atas tanah air. Harus disadari bahwa dari pelosok paling timur hingga pelosok paling barat kita semua bernaung di dalam kibaran satu bendera yaitu Bendera Merah Putih. Dengan adanya kesadaran diri akan tanah air, sudah seharusnya kita melakukan pendekatan dengan moto negara kita yaitu "Bhinneka Tunggal Ika", yang secara gamblang berarti walaupun berbeda-beda kita tetap satu, kita semua sama, tidak ada perbedaan, kita semua bersaudara. Telur yang menetas mengindikasikan bahwa adanya pembaruan, penerus dan kehidupan baru, begitu pula yang diharapkan atas negara ini, harus ada generasi-generasi baru seba...

MEMBANGUN INDONESIA MERDEKA

Gambar
Desain ini memvisualisasikan beberapa orang dengan latar belakang suku berbeda sedang bergotong royong dalam membangun sebuah tembok bata yang kokoh. Di sini tembok berperan sebagai Tanah Air Indonesia, yang dimana memerlukan fondasi yang kuat untuk mempertahankan kemerdekaannya tersebut. Faktanya perusak kemerdekaan adalah jati diri bangsa, jati diri dan perilaku individualisme dari setiap individu dalam bersosialisasi, maka dari itu terciptalah ide dalam merancang konsep desain ini yang tegas terlihat bahwa sedang dilakukannya gotong royong antar sesama masyarakat dalam membangun tembok pertahanan (tanah air/kemerdekaan). Alangkah manisnya jika kita sesama masyarakat Indonesia saling berbaur tanpa membeda-bedakan asal-usul dan latar belakang dalam bersosialisasi, khususnya yang mengandung hal positif seperti yang divisualkan melalui desain ini. Kita saling menjaga perasaan dan keberadaan sekitar, bersikap ramah dan saling membantu, serta tidak mengintimidasi at...

MERDEKA ITU ADIL

Gambar
KEMERDEKAAN: Merdeka itu adil. Digambarkan melalui timbangan dengan beban lebih berat pada bagian kiri, terlihat pada bagian kiri adalah seseorang yang “tidak punya” namun tidak melakukan kesalahan apapun. Sedangkan pada bagian kanan adalah orang terpa ndang, orang yg dikenal oleh banyak orang (karena itu ia menghadap ke depan), namun penuh kesalahan dan tipu muslihat (memakai topeng). PERSAMAAN: Tidak membedakan latar belakang seseorang, yang benar adalah yang menang, yang salah tetap harus ditindak. PERSAUDARAAN: Digambarkan lima orang yang memiliki perbedaan jenis kelamin, warna kulit, warna rambut, dan lainnya, sedang saling merangkul dan hormat di hadapan Bendera Merah Putih yang sedang berkibar menegakkan keadlian. IDENTITAS BANGSA: Digambarkan melalui Batik yang dikenakan oleh lima orang tersebut dan juga aspek keadilan yang terdapat di dalam PANCASILA sebanyak dua kali pada sila ke 2 dan 5. Latar belakang & konsep: Suatu Bangsa harus adil ke...

Nasib Budaya Lokal di Tengah Kencangnya Arus Globalisasi

Pendahuluan Tak bisa dihindari, semakin modern nya jaman, arus globalisasi pun semakin menerjang di setiap peradaban kehidupan bermasyarakat di masing-masing negara di setiap belahan dunia. Bermula dari bahasa global, mata uang global, kurs uang global, hingga pasar global. Kemajuan seperti ini bukannya berdampak negatif, melainkan menguntungkan pihak-pihak yang bersangkutan. Akan tetapi, hal tersebut dipandang dari sisi yang terlihat saja, apabila kita menelusuri dari sisi-sisi yang tidak terlihat, tentunya arus global ini memberikan dampak negatif yang tidak sedikit bagi masing-masing negara. Kita contohkan saja pada kebudayaan, nasionalisme, akhlak, akal pikiran dan moralitas. Itu semua merupakan sisi-sisi yang tidak terlihat, yang sedikit demi sedikit dihantam oleh arus global yang menerjang. Dengan adanya arus global seperti ini, persaingan pun dituntut semakin ketat dan bersaing. Bahkan hal yang tidak seharusnya (yang menyangkut moralitas, budaya, akhlak, nasionalisme, dan akal p...

Museum Barli dan Selasar Sunaryo

Gambar
Barli Sasmitawinata Adalah seorang seniman dalam bidang seni lukis yang beraliran realis, lahir di Bandung pada tanggal 18 Maret 1921, dan wafat di Bandung pada tanggal   8 Februari 2007. Beliau memulai ketertarikannya dalam bidang seni lukis sejak tahun 1930-an, dan juga pada saat itu beliau termasuk ‘Kelompok Lima’ Bandung, yang juga beranggotakan Affandi , Hendra Gunawan , Sudarso , dan Wahdi . Permulaan bakatnya pada saat ia belajar seni lukis oleh Jos Pluimentz ; seorang pelukis Belgia yang bertempat tinggal di Bandung. Ia juga pernah mengembangkan bakat seni lukis nya dari seorang pelukis Italia Luigi Nobili, kemudian melanjutkan pendidikan ke Eropa. Barli Sasmitawinata selain sebagai pelukis realis, juga melukis yang berhubungan dengan anatomi tubuh manusia secara spesifik hingga liuk-liuk dan lekukan nya terlihat begitu alami. Dalam hidupnya, beliau pernah mengajar seni lukis di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan juga merupakan salah seorang perintis jurusan seni rup...